Selamat Datang Di Website Resmi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Watampone

Lapas Watampone, Lirik Pemanfaatan Fitur Video Confrence Dalam Kegiatan Sidang (TPP

WATAMPONE– Seiring dengan perkembangan Teknologi dan Informasi yang kian pesat, sejalan dengan tantangan serta tuntutan dari masyarakat, akan keterbukaan akses informasi kepada publik. Hal ini tentunya berimbas dan tak terlepas dari aktivitas keseharian kita, yang kini kerap ditunjang dengan Teknologi, guna pekerjaan yang lebih cepat, mudah, murah dan hemat dari segi waktu.

Reinforcement atau penguatan merupakan salah satu dari 6 (enam) sifat perubahan dalam inovasi, berangkat dari hal itu, dan juga komitmen menjawab tantangan serta tuntutan masyarakat akan kebutuhan informasi, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Watampone, dibawah kepemimpinan Lukman Amin, menggagas sebuah inovasi dengan menyempurnakan fungsi dari suatu produk atau sumber daya yang ada. Dengan memaksimalkan penggunaan, dan pemanfaatan video conference (Vicon) dalam pelaksanaan meeting atau rapat pegawai, pada Lapas Kelas IIA Watampone.

Saat berada diruang kerjanya, Kepala Sub Seksi Bimkemaswat Lapas Kelas IIA Watampone, Surianto mengatakan dengan memaksimalkan pemanfaatan Video Confrence (Vicon) tersebut, dimana saat ini, kita masih lakukan tahap uji coba, kemarin Bapak Kalapas telah melakukan pengujian  sistem jaringan, dan nantinya akan kita uji coba penerapannya dalam pelaksanaan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), yang kita agendakan bulan ini, akan dilaksanakan di  Lapas Watampone. (15/10)

 

“Dengan inovasi tersebut, menerapkan video conference yang dapat terkoneksi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) serta dapat dipantau secara langsung oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, guna memastikan pelaksanaan Sidang TPP, yang ada di Lapas Watampone, transparan dan berjalan sesuai dengan SOP yang berlaku. Ini tentunya dapat menjadi sebuah langkah dalam menyempurnakan hal yang sudah ada”. Ujarnya.

Kalapas Watampone membenarkan hal tersebut dan mengatakan “terobosan ini tentunya dapat membawa beberapa manfaat seperti optimalnya komunikasi, kolaborasi dan aliran informasi, proses komunikasi menjadi lebih efisien dalam hal waktu, biaya dan jarak, selain itu komunikasi dengan memanfaatkan teknologi dapat menjadi efektif dimana informasi dapat lebih cepat untuk dibagikan, seperti  teleconference yang selama ini dilakukan oleh Kementerian  ataupun dari Direktorat Jenderal Pemasyarkatan”. Pungkasnya.