Selamat Datang Di Website Resmi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Watampone

Lapas Watampone Raih Penghargaan Di Puncak Acara HDKD

Puncak acara peringatan Hari Dharma Karya Dhika ke-74 yang ditandai dengan kegiatan upacara bendera hari ini 30 Oktober 2019, menjadi suatu moment indah bagi Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Watampone Lukman Amin, betapa tidak, di acara peringatan hari ulang tahun Kementerian Hukum dan Ham Republik Indonesia atau Hari Dharma Karya Dhika, Lapas Watampone berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus, yakni: " Satker Terbaik Pertama Dalam Bidang Inovasi dan penghargaan sebagai Penggerak dalam Pembagunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi ( WBK)" .

Kedua penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Dan HAM Sulawesi Selatan, Drs. Priyadi, Bc.IP., M.Si kepada Kalapas Lukman Amin saat upacara peringatan Hari Dharma Karya Dhika ( HDKD) ke-74 di Pelataran Lapas Kelas I Makassar Jalan Sultan Alauddin.

Penghargaan tersebut merupakan sebuah reward serta juga sebagai wujud apresiasi yang diberikan oleh Kepala Kantor Wilayah ( Kakanwil) Kementerian Hukum Dan HAM Sulawesi Selatan, kepada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Watampone, atas inovasi, juga komitmen serta kemauan kuat dari Lapas yang ia nahkoadai untuk membangun sebuah Zona yang berintegritas, dan bebas dari segala macam penyimpangan.

Lukman Amin merasa bersyukur atas pencapaian ini, ia mengatakan "Alhamdulillah atas pencapaian ini, penghargaan yang kita raih hari ini merupakan buah dari hasil kerja keras bersama dengan para jajarannya" .

Penghargaan ini, tidak lantas membawa kita (Lapas Watampone) cepat merasa puas, justru sebaliknya dengan penghargaan tersebut justru menjadi sebuah cemeti motivasi dalam berbuat yang lebih baik lagi, dalam hal inovasi serta upaya kita memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan juga kepada Warga Binaan. .

Inovasi Lapas Watampone Dalam Pelaksanaan Sidang TPP

WATAMPONE- Sebanyak sepuluh orang Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Watampone jalani sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Selasa (22/10).Sidang TPP ini merupakan tahapan dari pelaksanaan pembinaan Warga Binaan yang akan di usulkan mendapatkan Cuti Bersyarat (CB) dan Asimilasi bekerja di luar Lapas.

Kalapas Watampone saat membuka Sidang TPP

Sidang TPP yang dihadiri oleh para tim pengamat pemasyarakatan, para Wali Pemasyarakatan Lapas Watampone, dibuka oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Watampone Lukman Amin. “Sidang TPP yang dilaksanakan pada hari ini yang dipantau oleh Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan dan disaksikan juga oleh Kepala Balai Pemasyarakatan dan segenap PK bapas Watampone melalui pantauan aplikasi ZOOM merupakan suatu terobosan/inovasi yang coba kita gagas, demi pencapaian suatu nilai efektivitas dan efisiensi, baik dari segi waktu, biaya dan tenaga, dan juga wujud pemanfaatan teknologi dalam revitalisasi pemasyarakatan”.

Suasana Sidang TPP Dalam Bingkai Aplikasi ZOOM

Samaluddin Bogra mewakili Staf divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah sangat mengapresiasi konsep sidang TPP dengan memanfaatkan aplikasi Zoom ia berharap para Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan (UPT) yang lain dapat melakukan hal yang sama.

Sidang TPP kali ini selain membahas tentang pemberian program reintegrasi, para tim pengamat pemasyarakatan beserta wali pemasyarakatan juga mengingatkan kepada para WBP yang menjalani sidang hari ini, untuk tidak hanya sekedar menuntut Hak nya saja, akan tetapi kewajiban anda sebagai WBP jangan sampai terlupa, menjadi orang yang bertanggung jawab berawal dari melaksanakan kewajiban dulu, kemudian mendapat/ menuntut hak, seperti halnya rutin dalam melaksanakan kegiatan pembinaan keperibadian, Karena kewajiban bukan hal yang cuma dimengerti tanpa dilaksanakan. Salah kalo kita hanya gemar mendahulukan hak tapi belum optimal jalankan kewajiban. Ujar Arfandy Selaku Ketua Tim TPP Lapas Watampone.

Progres Pembinaan WBP Harus Terbuka dan Transparan

WATAMPONE - Kepala Subseksi Bimkemaswat Lapas Kelas IIA Watampone Surianto mengatakan, penyampaian informasi mengenai progres/ tahapan pembinaan harus dilakukan secara terbuka dan transparan, sebab keterbukaan informasi seperti ini merupakan sebuah sarana dalam mengoptimalkan pelayanan terhadap Masyarakat dan juga terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan. (12/10)

 WATAMPONE - Kepala Subseksi Bimkemaswat Lapas Kelas IIA Watampone Surianto mengatakan, penyampaian informasi mengenai progres/ tahapan pembinaan harus dilakukan secara terbuka dan transparan, sebab keterbukaan informasi seperti ini merupakan sebuah sarana dalam mengoptimalkan pelayanan terhadap Masyarakat dan juga terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan. (12/10)  Selain itu keterbukaan informasi dalam hal pemberian hak kepada Warga Binaan merupakan suatu kebutuhan yang boleh dikatakan vital dalam suatu Lapas maupun Rutan.  Kita coba mengoptimalkan keterbukaan informasi mengenai pentahapan pembinaan dari Warga Binaan dengan salah satu sarana yang kita sebut papan perhitungan pentahapan dalam bentuk

Selain itu keterbukaan informasi dalam hal pemberian hak kepada Warga Binaan merupakan suatu kebutuhan yang boleh dikatakan vital dalam suatu Lapas maupun Rutan.

Kita coba mengoptimalkan keterbukaan informasi mengenai pentahapan pembinaan dari Warga Binaan dengan salah satu sarana yang kita sebut papan perhitungan pentahapan dalam bentuk "Neon Box". Neon Box yang kita miliki tersebut selain memuat Nama dari Narapidana, jenis tindak pidana serta, waktu dari tahap- tahap pembinaan yang harus mereka jalani selama berada di dalam Lapas.

Lukman Amin selaku Kalapas Watampone menyikapi, hal ini sebagai wujud transparansi Lapas Watampone dalam memberikan pelayanan mengenai hak dari Warga Binaan, terlebih keinginan untuk mewujudkan Zona integritas di Lapas Watampone harus dibarengi dengan adanya peningkatan kualitas, dan transparansi dalam memberikan pelayanan, baik kepada masyarakat maupun kepada Warga Binaan, hal demikian ini tentunya, sejalan dengan perintah yang dikeluarkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Dan HAM Sulawesi Selatan, melalui surat bertanggal 10 Oktober 2019 perihal peningkatan kewaspadaan.

Di Lapas Watampone, bagi Warga binaan yang ingin mengetahui tahap/ proses pembinaanya, bisa dengan menggunakan perangkat self service yang terintegrasi dengan Sistem Data Base Pemasyarakatan, juga bisa melihat secara langsung di neon box papan perhitungan pentahapan, serta alur pemberian hak WBP, yang letaknya berada di depan ruang aula lapas watampone. Tandasnya

Lapas Watampone, Lirik Pemanfaatan Fitur Video Confrence Dalam Kegiatan Sidang (TPP

WATAMPONE– Seiring dengan perkembangan Teknologi dan Informasi yang kian pesat, sejalan dengan tantangan serta tuntutan dari masyarakat, akan keterbukaan akses informasi kepada publik. Hal ini tentunya berimbas dan tak terlepas dari aktivitas keseharian kita, yang kini kerap ditunjang dengan Teknologi, guna pekerjaan yang lebih cepat, mudah, murah dan hemat dari segi waktu.

Reinforcement atau penguatan merupakan salah satu dari 6 (enam) sifat perubahan dalam inovasi, berangkat dari hal itu, dan juga komitmen menjawab tantangan serta tuntutan masyarakat akan kebutuhan informasi, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Watampone, dibawah kepemimpinan Lukman Amin, menggagas sebuah inovasi dengan menyempurnakan fungsi dari suatu produk atau sumber daya yang ada. Dengan memaksimalkan penggunaan, dan pemanfaatan video conference (Vicon) dalam pelaksanaan meeting atau rapat pegawai, pada Lapas Kelas IIA Watampone.

Saat berada diruang kerjanya, Kepala Sub Seksi Bimkemaswat Lapas Kelas IIA Watampone, Surianto mengatakan dengan memaksimalkan pemanfaatan Video Confrence (Vicon) tersebut, dimana saat ini, kita masih lakukan tahap uji coba, kemarin Bapak Kalapas telah melakukan pengujian  sistem jaringan, dan nantinya akan kita uji coba penerapannya dalam pelaksanaan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), yang kita agendakan bulan ini, akan dilaksanakan di  Lapas Watampone. (15/10)

 

“Dengan inovasi tersebut, menerapkan video conference yang dapat terkoneksi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) serta dapat dipantau secara langsung oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, guna memastikan pelaksanaan Sidang TPP, yang ada di Lapas Watampone, transparan dan berjalan sesuai dengan SOP yang berlaku. Ini tentunya dapat menjadi sebuah langkah dalam menyempurnakan hal yang sudah ada”. Ujarnya.

Kalapas Watampone membenarkan hal tersebut dan mengatakan “terobosan ini tentunya dapat membawa beberapa manfaat seperti optimalnya komunikasi, kolaborasi dan aliran informasi, proses komunikasi menjadi lebih efisien dalam hal waktu, biaya dan jarak, selain itu komunikasi dengan memanfaatkan teknologi dapat menjadi efektif dimana informasi dapat lebih cepat untuk dibagikan, seperti  teleconference yang selama ini dilakukan oleh Kementerian  ataupun dari Direktorat Jenderal Pemasyarkatan”. Pungkasnya.

Lakukan Tes Urine, Lapas Watampone Bersinergi Bersama BNNK Bone

WATAMPONE - Pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Watampone, jalani kegiatan test urine secara dadakan hari ini. Jumat (11/10)

Test urine yang dilaksanakan hari ini dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone, dilaksanakan di kantor Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Watampone, Jalan Laksamana Yos Sudarso Km. 4 Kabupaten Bone.

BNN Kabupaten Bone yang datang menggunakan Mobil Fungsional Pemberdayaan Masyarakat mikiknya, mobil bus operasional tersebut dilengkapi dengan kamar mandi yang terletak dibagian belakang mobil, yang dipergunakan untuk pengetesan urine dari Pegawai Lapas Watampone.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Watampone, sebelumnya mengatakan kegiatan uji urine terhadap pegawainya ini sengaja dilaksanakan sebagai bentuk perwujudan sikap dan komitmen dalam hal menyatakan perang terhadap narkoba, selain itu pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan mengenai langkah- langkah progresif dan serius dalam upaya pemberantasan narkoba di lingkup Pemasyarakatan. Ujarnya

 

Lukman Amin juga menambahkan, melibatkan BNN Kabupaten Bone dalam kegiatan ini, merupakan suatu bentuk sinegitas dan kolaborasi kerja yang terjalin diantara dua institusi. Tutupnya.

Hadir pada kegiatan ini yakni Kepala Seksi Rehabitasi BNNK Bone Savitri, SKM.MH, dr Bidasari, selaku dokter Lapas Watampone, dr. Karlina Budiman selaku penanggung jawab Klinik BNN Kabupaten Bone, beserta pejabat struktural dan staf Lapas Kelas IIA Watampone.