Selamat Datang Di Website Resmi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Watampone

Recreational Hours Reduksi Stres dan Kepenatan Para Residen Rehabilitasi Narkotika

WATAMPONE - Usai dibuka oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Dan HAM Sulawesi Selatan tanggal 19 Juni lalu, Tahap II Kegiatan Rehabilitasi Narkoba di Lapas Kelas IIA Watampone sudah mulai bergulir dengan beragam kegiatan dan aktivitas bagi para residen ( WBP) peserta rehabilitasi Narkoba Lapas Watampone. (26/06)

Seperti pada hari ini para peserta rehabilitasi tahap II ini memasuki sesi Recreational Hours yang dipandu Soefriadi yang merupakan staf Bimkemaswat sekaligus Konselor Adiksi pada Lapas Kelas IIA Watampone.

 



Menurutnya recreational hours dilaksanakan dan menjadi salah satu program atau kegiatan pada pelaksanaan rehabilitasi Narkoba di Lapas Watampone bertujuan untuk memberikan rasa fresh dan semangat kembali kepada para WBP yang menjadi residen dalam mengikuti segala kegiatan dalam program rehabilitasi yang saat ini sedang dilaksanakan.

Terlebih pada tahap tahap awal Rehabiltasi dimana pada tahap tersebut pembentukan perilaku seperti perilaku disiplin bangun pagi, hidup teratur dan ikut serangkaian kegiatan yang padat, menjadi sebuah hal baru dan terasa berat untuk mereka lakukan, kepenatan dan rasa bosan yang berujung pada stress kita reduksi dengan program tersebut.
Dalam kegiatan ini beragam games kita terapkan kepada para residen, yang tentu bernilai positif dan menjadi sebuah treatment untuk kembali melatih fokus dan konsentrasi yang sulit mereka peroleh saat masih aktif menggunakan Narkotika.
Recreational hours yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Anti Narkotika Intenasional (HANI) 2020, menjadi sebuah bukti komitmen dan keseriusan Lapas Watampone dalam menjalankan program rehabilitasi bagi para WBP korban penyalahgunaan Narkotika.

Humas Lapas Watampone . .

Bersinergi Dengan BLK, Lapas Watampone Gelar Pelatihan Meubeler Untuk WBP

WATAMPONE - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Watampone, terus berupaya meningkatkan mutu pembinaan kemandirian bagi para Warga Binaannya, terbukti dengan kembali digelarnya pelatihan meubeler berbasis kompetensi bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Watampone. (25/06)

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Watampone, Lukman Amin mengungkapkan " Untuk kesekian kalinya kita terus bersinergi dengan Balai Latihan Kerja Kabupaten Bone( BLK) dimana sinergi yang terjalin ini, bertujuan untuk meningkatkan vocational life skill WBP khususnya pada program pembinaan kemandirian di bidang meubeler.

Pembelajaran melalui pelatihan dengan menerapkan program kompetensi selain memberi keahlian kerja untuk warga binaan, sekaligus menjadi bekal persiapan bagi mereka para WBP membuka peluang usaha ketika mereka kelak keluar dari Lapas.

Kami tentunya berharap seraya menghimbau kepada para WBP yang menjadi peserta pelatihan ini agar mengikuti kegiatan ini dengan bersungguh- sunguh, agar ilmu yang didapatkan dari pelatihan tersebut menjadi sebuah bekal untuk penghidupan kelak setelah bebas nantinya. Pungkasnya

Sementara itu perwakilan BLK Kabupaten Bone menyatakan akan selalu siap bersinergi demi peningkatan mutu serta kualitas pembinaan khususnya pada bidang kemandirian dan juga akan memberikan sertifikat kompetensi kepada peserta pelatihan, yang dinyatakan lulus usai menjalani uji kompetensi yang dilakukan di penghujung Pendidikan dan Pelatihan meubeler ini.

Humas Lapas Watampone

.

Lapas Watampone Jadi Magnet Studi Tiru Pembangunan ZI

WATAMPONE - Setelah di bulan maret kemarin para Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan dari Sulawesi Tengah dan Tenggara melakukan studi tiru terkait Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani, kali ini Kejaksaan Negeri Kabupaten Bone berkunjung ke Lapas Watampone guna melakukan hal yang sama. (23/06)

Tak tanggung- tanggung Kepala Kejaksaan Negeri Bone Dr. Eri Satriana, memboyong Tim Pembangunan ZI nya berkunjung ke Lapas Kelas IIA Watampone, kedatangan tersebut diterima secara hangat oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Watampone, Lukman Amin di ruang Sekretariat WBK/ WBBM Lapas Watampone.

Eri Satriana mengatakan kedatangannya bersama tim kerjanya ke Lapas Watampone guna menggali informasi dan melihat secara langsung terkait fasilitas penunjang dan program unggulan yang diterapkan di Lapas Watampone hingga dapat meraih predikat bergengsi dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tahun 2019 kemarin.

Tak hanya itu, penyandang gelar doktor ilmu hukum ini juga mengapresiasi dan mengungkapkan kekagumannya atas usaha Kalapas Watampone selaku pimpinan yang dapat menjadi role model terlebih dalam hal menanamkan komitmen serta budaya anti KKN dan Pungli kepada jajaran, Hal ini menjadi suatu tindakan yang luar biasa.

Sementara itu Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Watampone Lukman Amin mengatakan apa yang kami terapkan dan lakukan di Lapas Watampone bermuara pada satu tujuan guna memberikan pelayanan terabaik kepada masyarakat dan juga kepada Warga Binaan Pemasyarakatan selaku pengguna layanan kami, dan apa yang telah diungkapkan sebelumnya terkait layanan yang kami miliki semua kami hadirkan secara real sesuai dengan keadaan fakta yang ada di lapangan.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan kegiatan foto bersama oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA, dengan Kepala Kejaksaan bersama Tim Pokja Zona Integritas Kejaksaan Negeri Bone.

Humas Lapas Watampone . .

 

Talk Show di Radio SBB Lukman Amin Bahas Penerapan New Normal di Dalam Lapas

WATAMPONE - Menjadi sebuah kewajiban dari suatu Institusi memberikan informasi terlebih kebijakan - kebijakan dan upadate terkini akan informasi terkait pelayanan yang dimiliki dari suatu institusi kepada publik dimana masyarakat atau publik selain sebagai pengguna layananan, dan kebutuhan mereka akan informasi juga semakin semakin besar dan beragam.

Berangkat dari hal tersebut serta keinginan kuat untuk memberikan informasi serta edukasi kepada masyarakat akan tusi dari sebuah unit pelaksana teknis pemasyarakatan, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Watampone, Lukman Amin pagi tadi menyambangi Lembaga Penyiaran Publik Lokal ( LPPL) Radio Suara Bone Beradat yang terletak di Jalan Ahmad yani Kabupaten Bone. ( 24/06)


New Normal serta peran Pemasyarakatan menjadi topik yang diangkat dalam acara talk show yang disiarkan melalui frekuensi 97.7 FM.


Lukman Amin menuturkan tusi Pemasyarakatan yakni adalah tempat untuk melaksanakan pembinaan Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan, dimana dalam hal ini program pembinaan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan diberikan Warga Binaan Pemasyrakatan agar nantinya dapat berintegrasi secara sehat dengan masyarakat, sehingga dapat berperan kembali sebagai anggota masyarakat yang bebas dan bertanggung jawab.


Tak berhenti sampai disitu talk shaw yang dipandu oleh Mery Lee juga mempertanyakan upaya yang telah dilakukan oleh Lapas Watampone guna mencegah penyebaran covid dan menyongsong tatanan baru atau new normal, menjawab hal ini dikemukan Lukman "Lapas ditengah masa pandemi Covid-19 dan demi menyongsong new normal di Lapas beragam fasilitas telah disiapakan yang mendukung berjalannya penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19 diantanya berupa wajib masker dan pengukuran suhu tubuh bagi pegawai dan para tamu dinas yang akan masuk kedalam Lapas, selain itu fasilitas cuci tangan dengan menyediakan wastafel dan sabun cuir di beberapa sudut layanan dan blok hunian, untuk para Warga Binaan Pemasyarakatan ( WBP) juga dilakukan pemberian multivitamin dan rutin dilaksanakan kegiatan berjemur diruang terbuka sebagai upaya meningkatkan imunitas tubuh agar terhindar dari bahaya wabah tersebut." Terang Lukman melalui media Radio Suara Bone Beradat.
Dalam kesempatan ini juga Suami dari Havreany Asiz juga menjelaskan tentang program Asimilasi rumah mulai dari syarat dan juga konsekuensi yang harus diterima oleh WBP apabila diketemukan melalukan kembali perbuatan yang melanggar hukum.
Menurutnya hal ini perlu juga kita berikan informasi yang mendetil kepada masyarakat agar masyarakat yang ada diluar mendapatkan pencerahan dan dapat mencounter berita berita negatif tentang kebijakan asimilasi rumah yang diberikan kepada WBP ditengah pandemi virus corona.
Di penghujung Talk shaw Kalapas pun didaulat untuk menyumbangkan suara & bernyanyi bersama penyiar SBB Mery Lee.
Humas Lapas Watampone . .

 

Wujud Implementasi Corporate University, Lapas Watampone Gelar Kegiatan In House Training Teknis Pengamanan

WATAMPONE - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Watampone menggelar kegiatan In House Training ( IHT), yang diikuti oleh jajaran petugas Pengamanan dan para Satuan Tugas Pengamanan Pintu Utama (P2U) Lapas Watampone, guna peningkatan mutu SDM serta kompetensi yang lebih baik. (11/06)

Kegiatan yang dibuka oleh Ketua Pembangunan ZI Lapas Watampone, yang juga merupakan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Lapas Watampone, Hj. Marwati mengatakan In House Training merupakan sebuah program pelatihan yang sengaja kita selenggarakan sebagai upaya kita dalam rangka peningkatan Kompetensi SDM yang dimiliki oleh Lapas Watampone.

 

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Watampone Rustan yang juga hadir dalam kegiatan ini mengungkapkan adapun materi yang disampaikan kali ini merupakan materi teknis yang pernah diperoleh oleh dari para rekan - rekan pegawai seperti Karupam, petugas regu jaga dan Satgas P2U yang pernah mengikuti diklat di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Manado Sulawesi Utara, dimana mereka akan sharing (berbagi) ilmu dan informasi kepada rekan pegawai yang lain.

Ditempat terpisah Kalapas Watampone Lukman Amin mengapresiasi kegiatan tersebut ia menyatakan IHT merupakan langkah dalam peningkatan kapasitas SDM bagi petugas kita sebagai wujud penerapan Corporate University (Corpu) di Lapas Watampone.

Dimana kesempatan mengikuti diklat sangat terbatas dengan penerapan Corpu, menjadi sebuah solusi sebagai bentuk transfer ilmu yang mengarah pada program pengembangan SDM yang terarah demi mencapai tujuan organisasi. Tutupnya